tulisan

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda Di Blog Saya

Kamis, 09 Maret 2017

Tanda Tanda Penyakit

Tanda-tanda yang perlu diwaspadai
Berat atau ringannya gejala dari penyakit jantung koroner sangat bervariasi antara satu orang dan lainnya. Beberapa penderita mungkin malah tidak merasakan gejala apapun hingga terkena serangan. Sementara gejala pada penderita lainnya mungkin hanya berupa nyeri dada ringan. Ada lagi yang gejalanya begitu parah sampai tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari seperti sekedarjalan kaki atau memotong rumput.
Dua tanda-tanda utama penyakit jantung yang perlu diwaspadai adalah angin duduk dan sesak napas. Angin duduk dengan ciri-ciri dada terasa berat, nyeri, seperti diremas atau seperti terbakar. Sensasi ini juga menjalar ke lengan kiri, leher atau rahang. Kadang angin duduk sering disalah artikan sebagai gangguan pencernaan bahkan sering tak terdeteksi oleh dokter pada saat awal diagnosa. Beberapa penderita penyakit jantung mungkin juga merasakan kesulitan bernapas, baik saat mereka melakukan aktivitas fisik atau saat rileks.

Ciri-ciri tambahan yang perlu diwaspadai:
  • Merasa kelelahan dalam jangka waktu yang lama.
  • Bengkak pada pergelangan kaki atau betis
  • Berdebar-debar, detak jantung cepat
  • Mual dan pusing tanpa sebab
Faktor Pemicu
Ada faktor penyebab penyakit jantung yang bisa dan tidak bisa dihindari. Meskipun Anda tak bisa mengubah faktor yang tak bisa dihindari, masih banyak cara untuk mengurangi peluang terkena penyakit jantung. Langkah pertama adalah dengan memahami apa saja faktor pemicunya dan apa saja yang perlu dilakukan untuk menghindarinya.
Faktor Pemicu yang Tak Bisa Dihindari
Ada banyak faktor pemicu penyakit jantung koroner. Sayangnya beberapa tak bisa dihindari. Faktor tersebut adalah:
  • Keturunan. Jika banyak anggota keluarga menderita penyakit jantung, kemungkinan besar Anda juga bisa mengidapnya.
  • Penuaan. Resiko terkena penyakit jantung meningkat sehubungan dengan makin bertambahnya usia. Hampir empat dari lima orang yang meninggal karena penyakit jantung koroner berusia diatas 65 tahun.
  • Jenis Kelamin. Pria biasanya punya resiko lebih besar terkena penyakit jantung dibanding wanita dan biasanya muncul lebih cepat dibanding wanita. Namun begitu wanita memasuki masa menopause, resiko terkena penyakit jantung makin besar.
Faktor Pemicu yang Bisa Dihindari
  • Bahkan jika Anda mempunyai faktor yang tak bisa dihindari sekalipun, resiko terkena penyakit jantung masih bisa dikurangi dengan mengubah gaya hidup Anda.
  • Jika Anda perokok, berhenti merokok! Berhenti merokok berpeluang besar mengurangi resiko terkena penyakit jantung.
  • Makan makanan sehat yang rendah lemak jenuh, rendah sodium (garam) dan tinggi serat. Konsultasilah dengan dokter atau ahli gizi untuk mengatur menu sehat yang cocok untuk Anda.
  • Pertahankan berat badan ideal.
  • Cek tekanan darah dan tingkat kolesterol Anda tiap tahun.
  • Olahraga secara teratur. Konsultasi dengan dokter Anda jenis olahraga rutin apayang paling baik bagi Anda.
  • Jika Anda mengidap diabetes, tetaplah berobat dan minum obat secara teratur, lakukan diet dan olahraga.
  • Lakukan pemeriksaan medis secara rutin. Pastikan dokter Anda tau jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Penyakit jantung adalah gangguan kesehatan yang serius baik bagi pria maupun wanita. Meskipun ada faktor pemicu yang tak bisa dihindari, masih banyak cara untuk mengurangi peluang terkena penyakit jantung. Dengan mengikuti gaya hidup sehat dan aktif, juga makan makanan bernutrisi dan seimbang, Anda membantu mengurangi peluang terkena penyakit jantung sekaligus meningkatkan kesehatan Anda secara umum.
https://quaker.co.id/gaya-hidup-sehat/kolestrol-kesehatan-jantung/seberapa-pahamkah-anda-tentang-penyakit-jantung

5 Pahlawan Diriau

Tokoh pahlawan Melayu Riau sebenarnya ada banyak. Khusus untuk yang mendapatkan gelar pahlawan nasional sendiri ada dua, yakni Sultan Syarif Qasim II yang berasal dari Siak Sri Indrapura dan Tuanku Tambusai yang berasal dari Rokan Hulu.
Adapun saat ini banyak dari kita yang melupakan para pahlawan Melayu Riau yang tak kalah heroiknya dibandingkan Sultan Syarif Qasim II dan Tuanku Tambusai.
Mereka adalah Hang Tuah, Tengku Sulung dari Reteh, Indragiri Hilir, Raja Ali Haji ‘Gurindam 12’ dari Kepulauan Riau, Raja Haji Fisabilillah dari Dabo, Singkep, Lingga, Datuk Tabano dari Kampar dan masih banyak lagi.
1.HANG TUAH
Hang Tuah adalah seseorang pahlawan serta tokoh legendaris Melayu pada masa pemerintahan Kesultanan Malaka abad ke-15. Ia dikenal sebagai seorang pelaut miskin dengan pangkat laksamana dan juga petarung yang hebat, baik di laut maupun di daratan.
Hang Tuah bersama dengan rekan seperjuangan, Hang Jebat, Hang Nadim, Hang Kasturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu berhasil membunuh para bandit dan dua orang yang berjaya menghancurkan desa dengan amarahnya.
Karena kehebatannya tersebut, Bendahara (Perdana Menteri, red) dari Melaka mengambil mereka berempat untuk bekerja di istana.
Hang Tuah juga terkenal karena berhasil membunuh Taming Sari, seorang jawara yang jago berkelahi, kebal senjata dan dapat menghilang. Ia berasal dari pemerintahan Kerajaan Majapahit.
Setelah membunuh Taming Sari, lalu Hang Tuah mengambil kerisnya dan diberi nama Taming Sari. Keris tersebut diceritakan dapat membuat pemiliknya memiliki kesaktian menjadi hilang.

2.TENGKU SULUNG

Merupakan seorang pejuang kemerdekaan yang melawanan kolonial Belanda di daerah Reteh, Sungai Batang. Ia diperkirakan lahir di Lingga, Kepulauan Riau.
Sejak Kecil, dididik dengan ajaran Islam yang ketat. Karena itu membuatnya tidak suka dengan Belanda dan tidak mau bekerjasama dengan Belanda dalam bentuk apapun.
Tengku Sulung menjadi Panglima Besar Reteh setelah Sultan Muhammad, Sultan Lingga yang berkuasa di Reteh. Kemudian ia membangun Benteng yang kelak ditandai dengan adanya Desa Benteng, Sungai Batang, Indragiri Hilir di Hulu Sungai Batang.
Benteng tersebut menjadi pertahanan Tengku Sulung bersama pasukannya dalam melawan Belanda. Akhirnya perjuangan Tengku Sulung dan pasukannya berhenti setelah Belanda membawa Haji Muhammad Thaha, juru tulis Tengku Sulung yang telah ditangkap Belanda di Kotabaru.
Ia diultimatum oleh Residen Belanda agar menyerah kepada Komandan Ekspedisi. Pada penyerangan 7 November 1858 yang banyak menewaskan rakyat Reteh, Tengku Sulung juga ikut tertembak di leher oleh pasukan Belanda.

 3.RAJA HAJI FISABILILLAH

Raja Haji Fisabilillah dikenal sebagai salah satu tokoh pahlawan yang diabadikan menjadi nama bandar udara di Tanjung Pinang, yakni Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah.
Ia lahir di Kota Lama, Ulusungai, Riau, pada tahun 1725 dan wafat di Ketapang, 18 Juni 1784. Beliau dimakamkan di Pulau Penyengat, Indera Sakti, Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau.
Selain melawan pemerintahan Belanda, Raja Haji Fisabilillah juga berhasil membangun pulau Biram Dewa di sungai Riau Lama. Ia dijuluki sebagai Pangeran Sutawijaya (Panembahan Senopati) di Jambi, karena keberaniannya. 

4.RAJA ALI HAJI
Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad atau yang lebih dikenal dengan nama penanya, yakni Raja Ali Haji, merupakan seorang ulama, sejarawan, dan pujangga abad ke-19 keturunan Bugis dan Melayu.
Raja Ali Haji lahir di Selangor, Malaysia, tahun 1808 dan meninggal di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, tahun 1873. Ia merupakan cucu dari Raja Haji Fisabilillah, Yang Dipertuan Muda IV dari Kesultanan Lingga.
Raja Ali Haji dikenal sebagai pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu lewat buku Pedoman Bahasa yang menjadi standar bahasa Melayu. Kemudian standar bahasa Melayu itulah yang ditetapkan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia, dalam Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928.
Adapun mahakaryanya, Gurindam Dua Belas (1847), menjadi pembaru arus sastra pada zamannya. Selain itu, Kitab Pengetahuan Bahasa, Kamus Loghat Melayu-Johor-Pahang-Riau-Lingga penggal yang pertama, merupakan kamus ekabahasa pertama di Nusantara.
Syair Siti Shianah, Suluh Pegawai, Hukum Nikah, dan Sultan Abdul Muluk, Tuhfat al-Nafis (“Bingkisan Berharga” tentang sejarah Melayu), Mukaddimah fi Intizam (hukum dan politik), merupakan hasil karyanya.
Atas hasil-hasil karyanya tersebut, Raja Ali Haji juga patut diangkat jasanya dalam penulisan sejarah Melayu. Tak hanya aktif menulis, ia juga aktif sebagai penasihat kerajaan.
Pada 5 November 2004 yang lalu, Raja Ali Haji ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia menjadi pahlawan nasional.

5.TUANKU TAMBUSAI

TUANKU Tambusai adalah salah seorang pejuang tangguh dalam sejarah negeri ini. Berikut kisah perjuangan Pahlawan Nasional ini.

Tuanku Tambusai lahir di Dalu-dalu, Nagari Tambusai, Rokan Hulu, Riau, 5 November 1784. Dalu-dalu merupakan salah satu desa pedagang Minangkabau yang didirikan di tepi Sungai Sosah, anak Sungai Rokan.

Nama kecilnya, Muhammad Saleh. Dia anak dari pasangan perantau Minang, Tuanku Imam Maulana Kali, ada juga yang menulis Imam Maulana Kadhi, dan Munah.

Ayahnya berasal dari Nagari Rambah dan merupakan seorang guru agama Islam. Oleh Raja Tambusai, ayahnya diangkat menjadi imam dan kemudian menikah dengan perempuan setempat.

Ibunya berasal dari Nagari Tambusai yang bersuku Kandang Kopuh. Sesuai dengan tradisi Minang yang matrilineal, suku ini diturunkannya kepada Tuanku Tambusai.

Sewaktu kecil, Muhammad Saleh diajarkan ilmu bela diri, ketangkasan menunggang kuda, dan tata cara bernegara. Semua itu diajarkan ayahnya.

Untuk memperdalam ilmu agama, Tuanku Tambusai pergi belajar ke Bonjol dan Rao di Sumatera Barat. Di sana, dia banyak belajar dengan ulama-ulama Islam yang berpaham Paderi (Padri).

Ajaran Paderi begitu memikat dirinya, sehingga ajaran ini disebarkan pula di tanah kelahirannya. Ajaran itu dengan cepat diterima luas oleh masyarakat, sehingga ia banyak mendapatkan pengikut. Semangatnya untuk menyebarkan dan melakukan pemurnian Islam, mengantarkannya untuk berperang mengislamkan masyarakat di tanah Batak yang masih banyak menganut pelebegu.

Perjuangannya dimulai di daerah Rokan Hulu dan sekitarnya dengan pusat di Benteng Dalu-dalu. Kemudian ia melanjutkan perlawanan ke wilayah Natal pada tahun 1823.

Menurut pemerhati sejarah dari STKIP Abdi Pendidikan Payakumbuh Fikrul Hanif Sufyan, Christine Dobbin dalam "Gejolak Ekonomi, Kebangkitan Islam, dan Gerakan Paderi, Minangkabau 1784-1847" menyebut bahwa pemuda Tambusai yang berumur 15 tahun dan banyak belajar dari ulama Paderi itu ikut angkat senjata melawan tentara kompeni sampai ke wilayah Natal pada tahun 1823.

Setahun setelahnya, Tuanku Tambusai didaulat sebagai pemimpin pasukan di Dalu-dalu, Lubuksikaping, Padanglawas, Angkola, dan Mandailing.

Dalam usia yang belia itu, menurut Mahidin Said dalam "Tuanku Tambusai Berjuang", Tuanku Tambusai dan pasukannya berhasil mengancurkan benteng Belanda Fort Amerongen. Bonjol yang telah jatuh ke tangan Belanda direbut kembali.

Tuanku Tambusai tidak saja menghadapi Belanda, tetapi juga melawan pasukan Raja Gedombang (regent Mandailing) dan Tumenggung Kartoredjo, yang berpihak kepada Belanda.
https://daerah.sindonews.com/read/1066570/29/kisah-perjuangan-tuanku-tambusai-harimau-paderi-dari-rokan-1449139019

5 makanan khas Riau


1. Sate Senapelan

Kita tahu Sate juga merupakan makanan khas Indonesia yang sudah sangat terkenal. Namun Sate yang satu ini juga cukup unik karena biasanya sate itu dari potongan kecil baru kemudian ditusuk dan dipanggang.sedangkan untuk sate ikan senapelan ini berbeda  ikan senapelan terlebih dahulu diolah menjadi gulai ikan dahulu sebelum di tusuk sate lalu dipanggang, Karena ada pengolahan tersendiri tentu rasanya berbeda dari sate pada umumnya dan yang lebih penting mempunyai rasa tambah nikmat tentunya.

2. Soto Pekanbaru

Soto merupakan makanan khas Indonesia yang sangat terkenal. Banyak daerah punya resep soto masing masing yang membuat tiap daerah punya soto khas masing masing. Termasuk daerah Pekanbaru Riau yang punya dengan soto Pekanbaru. Tentu rasanya unik dan punya ciri khas jika dibandingkan dengan soto dari daerah lain. Perbedaan yang peling kentara adalah soto ini tidak menggunakan bihun melainkan menggunakan bahan lain yaitu mi sagu.

Bahan utama soto pada umumnya adalah daging ayam tapi soto ini menggunakan daging ikan salai yang rasanya sangat nikmat dan aroma yang menggoda.bagi wisata kuliner Sangat direkomendasikan makanan yang satu ini saat anda sedang berwisata di pekan baru riau. 

3. Mie Sagu

Patut annda  coba lagi makanan khas riau yang satu ini yaiutu mie sagu, Mie sagu adalah kuliner selingan atau bisa juga sebagai makan pengganti. makanan khas masyarakat di Riau khususnya masyarakat Selat panjang, di Pulau Tebing Tinggi dan sekitarnya, Kab. Kepulauan Meranti (pecahan Kab. Bengkalis), Provinsi Riau, Indonesia sudah sangat familier dengan makanan bernama mie sagu.

Jika penasaran dengan rasanya silahkan mencoba jika sedang berwisata di riau tepatnya di kabupaten kepulauan meranti.







4. Ikan Salai

Ikan Salai adalah ikan basah yang masih segar lalu dikeringkan melalui proses pengasapan. Ikan Salai merupakan salah satu menu makanan yang cukup terkenal terutama bagi masyarakat Riau  yang tinggal di sepanjang sungai-sungai besar yang ada di Riau , salah satunya di Kabupaten Pelalawan. Ikan salai dengan aroma khasnya tentu akan menggoda setiap penikmat kuliner.

Selain untuk kuliner yang khas ikan salai juga merupakan cara pengawetan ikan secara tradisional untuk bisa tahan lama di simpan. dengan begitu bisa di masak setiap saat.

5. Roti Jala



Roti pada umumnya berbentuk kurang lebih sama. Namun roti jala punya bentuk yang unik, seperti namanya roti jalan mempunyai berlobang seperti jala, Bentuk uniknya ini juga tentunya diperoleh dari hasil pembuatannya yang unik juga. Roti ini memiliki rasa yang gurih karena roti ini digoreng bukan seperti roti pada umumnya.

Makanan ini biasanya dihidangkan bersamaan dengan kari ayam sebagai pelengkapnya. Karena bentuk dan rasanya yang spesial makanan ini biasanya identik dengan makanan berkelas yang rasanya enak sekali anda  haru coba makanan khas riau ini.
http://www.traveluxion.web.id/2016/05/Makanan-Khas-Riau.html

Tanda Tanda Penyakit

Tanda-tanda yang perlu diwaspadai Berat atau ringannya gejala dari penyakit jantung koroner sangat bervariasi antara satu orang dan lai...